IMG_5410-732x488

1.000 Balon Merah Putih dan Merpati Mewarnai Penutupan PKKMB ITN Malang

1.000 balon merah putih dibagikan secara mendadak oleh panitia kepada mahasiswa baru saat lagu Mars ITN Malang berkumandang. Tentu saja hal ini membuat mahasiswa baru yang mengikuti acara penutupan PKKMB 2017 (Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru) di halaman Rektorat surprised, Rabu (13/9).

Acara mencapai puncaknya setelah tiga lagu usai dinyanyikan maka seribu tangan mahasiswa baru secara serentak melepaskan 1.000 balon merah putih ke udara. Tidak itu saja, belasan merpati juga turut dilepaskan. “Merpati sebagai simbol lepasnya pribadi dari masa SMA/SMK mengejar cita-cita, sekaligus sebagai bentuk pelestarian alam,” ungkap Sudiro ST,MT,. panitia.

Terkejutan peserta upacara penutupan tidak sampai di situ saja. Di antara balon dan merpati, anggota Menwa dan Himakpa sekali lagi melakukan atraksi flying fox dengan membawa bendera merah putih, bendera ITN Malang dan bendera beberapa Unit Kreatifitas Mahasiswa (UKM). Meluncur dari gedung kimia lantai tiga diiringi suara sirene mobil willys serta dentuman suara kembang api.

Sebelumnya Rektor ITN Malang Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., berharap kegiatan PKKMB bisa menjadi bekal bagi mahasiswa baru, sehingga bisa belajar dengan lancar dan tenang. “Ada empat hal yang harus kalian pegang teguh. Punya sikap percaya diri dalam belajar di ITN, metode belajar yang baik, kontinyu dan jangan lupa berdoa,” pesan Rektor.

Kegiatan PKKMB 2017 di internal kampus sendiri berlangsung mulai tanggal 12 – 13 Agustus 2017. Hari kedua kegiatan PKKMB sukses dengan beberapa rangkaian kegiatan, diantaranya : Kepemimpinan, Penangulangan radikalisme, terorisme dan anti korupsi, Penanggulangan bahaya penyalahgunaan narkoba, Pengenalan UKM dan Pendidikan Karakter. (mer/humas)




IMG_5322-732x488

Selamatkan Generasi Emas, Mahasiswa Baru ITN Malang Deklarasi Anti Narkoba

Mahasiswa baru ITN Malang mendeklarasikan anti narkoba di halaman rektorat ITN Malang, Rabu (13/9). Secara simbolis mereka membubuhkan tanda tangan di spanduk berukuran 1,5 m x 30 m yang digelar di halaman rektorat. Ini merupakan bagian komitment ITN Malang untuk berperan serta dalam menjauhkan dan melindungi mahasiswanya dari bahaya penggunaan narkoba.

Mahasiswa baru yang sebagian besar kali pertama mengikuti deklarasi dengan antusias membubuhkan tandatangan beserta nama terang. Sampai panitia berkali-kali mengingatkan agar spanduk tidak sampai terinjak. Tidak hanya mahasiswa baru, panitia dan dosenpun turut ambil bagian.

Kegiatan ini mendapat perhatian dan apresiasi khusus dari AKBP Ir. Bambang Sugiharto, M.Si Kepala BNN Kota Malang. Seusai memberikan materi Penanggulangan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan HIV/AIDS, ia berharap kampus lain bisa mencontoh ITN Malang. ITN sudah sukses melaksanakan tes urine bagi semua mahasiswa baru sekaligus mendeklarasikan anti narkoba sebagai bagian dari komitmen kampus anti narkoba.

Aladin Eko Purkuncoro, ST, MT., Pembina UKM PESAN mengatakan, deklarasi ini dilaksanakan setelah seluruh mahasiswa baru menyelesaikan tes urine. Program ini diharapkan tidak berhenti di sini, namun tiap tahun bisa dilakukan untuk seluruh mahasiswa baru. “Bahkan kalau bisa satu tahun dua kali, atau dipertengahan masa perkuliahan. Bila ada mahasiswa terindikasi maka kami bisa langsung berkomunikasi dengan BNN, dan UKM PESAN inilah medianya,” tuturnya.

“Sesuatu kalau hanya di mulut maka tidak bisa masuk dalam hati. Kalau bicara masalah narkoba maka harus dari dalam hati dulu. Deklarasi dengan membubuhkan tanda tangan ini diharapkan akan membekas di hati mahasiswa baru. Setelah sebelumnya diberikan materi dari BNN dengan deklarasi ini diharapkan mahasiswa baru ter-edukasi dan menjauhi narkoba,” jabarnya. (mer/humas)




IMG_5153

BNN Ungkap Bahaya Narkoba di Hadapan Mahasiswa Baru ITN Malang

Narkotika dan obat-obat berbahaya (Narkoba), tidak hanya berpengaruh pada fisik karena menyerang saraf, otak dan tubuh, tetapi bisa mengganggu mental penggunanya. Dampak penyalahgunaan narkoba ini harus diwaspadai. Permasalahan narkoba bukan menjadi tanggung jawab/tugas BNN saja namun segala lini masyarakat tak terkecuali perguruan tinggi. Hal ini diungkapkan oleh Kepala BNN Kota Malang AKBP Ir. Bambang Sugiharto Msi., di hadapan seribu lebih mahasiswa baru ITN Malang, Rabu (13/9).

Tugas BNN tertuang dalam empat pilar yaitu, mencegah, memberantas, merehap dan memberdayakan masyarakat. Salah satu upaya pencegahan adalah memberikan wawasan dan pengetahuan akan bahaya penyalahgunaan narkoba pada generasi muda khususnya mahasiswa.

“Diperkirakan setiap hari rata-rata ada 33 orang meninggal karena narkoba. Sampai tahun 2015 ada 165 jenis narkoba berhasil terungkap, tahun 2017 naik menjadi 220 jenis narkoba, dan yang akan siap masuk ke Indonesia sekitar 500 narkoba jenis baru,” paparnya

Kepala BNN Kota Malang yang sekaligus alumni ITN Malang ini juga memberikan apresiasi kepada ITN karena pada tahun ini menyelenggarakan tes urine bagi seluruh mahasiswa baru. Tes urine di perguruan tinggi diperlukan sebagai pengawasan melekat (waskat) kepada mahasiswa secara mandiri. “Tes urine ini gunanya agar adik-adik mahasiswa terkontrol tidak memakai narkoba. Misal ada yang sudah terlanjur memakai laporkan ke BNN agar dapat pelayanan secara humanis dan gratis sebelum terkena OTT (Operasi Tangkap Tangan, red),” tuturnya.

Untuk mendorong peran serta kampus di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), hari itu juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding/MoU) antara ITN Malang dan BNN Kota Malang.

Ruang lingkup kerjasama meliputi antara lain : bekerjasama dalam rangka mengatasi penyalahgunaan narkotika, pembentukan satgas anti narkoba di lingkungan kampus, diseminasi informasi dan advokasi mengenai P4GN melalui media, dan pelaksanaan pemeriksaan tes uji narkoba di lingkungan kampus.

Ditemui seusai MoU Kepala BNN berpesan agar mahasiswa harus tetap waspada terhadap peredaran narkoba jenis baru. Mahasiswa juga faham terhadap modus peredaran jenis-jenis narkoba dan secara dini mengetahui cara menghindarinya.

Di tempat yang sama Rektor ITN Malang Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., menjelaskan, ITN menggandeng BNN karena mahasiswa berasal hampir dari semua daerah di Indonesia dengan latar belakang yang bermacam-macam. Dengan penyuluhan dari BNN Rektor berharap mahasiswa akan semakin faham dan terhindar dari narkoba. (mer/humas)




IMG-20170914-WA0016-732x549

Konsisten Anti Narkoba, Mahasiswa Baru ITN Malang Jalani Tes Urine

Seluruh mahasiswa baru ITN Malang menjalani tes urine dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2017/2018 di Kampus I ITN Malang, Senin (11/9).

Untuk mempercepat proses pengambilan urine panitia memanfaatkan 11 toilet yang tersebar di Kampus I. Sekitar 900 mahasiswa baru terbagi dalam kelompok-kelompok dengan tertib bergiliran masuk toilet untuk mengisi tempat urine yang sudah diberi nomor sesuai absen masing-masing.

“Hari ini kami laksanakan tes urine pada kurang lebih 900 maba, sisanya akan di lakukan Hari Rabu sesusai pemberian materi bahaya penyalah gunaan narkotika dari BNN. BNN sebenarnya meminta kegiatan dilakukan Hari Rabu, namun karena jadwal padat jadi sebagian besar kami lakukan sekarang,” jelas M Abdur Kohar, Ketua Pelaksana Tes Urine dari UKM Pesan.

IMG_4647

Meskipun baru kali pertama melaksanakan kegiatan tes urine, namun dari pantauan tim Humas ITN Malang semua kegiatan berjalan dengan tertib. Seperti halnya di toilet 15, sebanyak 60 mahasiswa baru dengan antusias menunggu giliran. Untuk melepas kejenuhan panitia pendamping regu memberikan tebak-tebakan, atau memberikan pengetahuan seputar bahaya narkotika.

Menurut Ach. Idrus Al Hasani dari UKM Pesan menuturkan, di 11 toilet tidak ditemukan mahasiswa baru yang menampilkan ekspresi wajah gelisah, takut apalagi menolak saat diambil sampel urinenya.

Kegiatan ini diapresiasi oleh Meta Nur Bintang Bestari mahasiswa baru asli Sumbawa. Dari tahun ke tahun banyaknya pengguna narkoba dari kalangan mahasiswa membuatnya prihatin.

“Kegiatan seperti ini bagus sekali sebagai pencegahan diri, karena banyaknya remaja-remaja pengkonsumsi narkoba. Jika ada yang ketahuan memakai kalau sifatnya masih coba-coba bisa dibantu, diberi support untuk menjauhinya,” jelasnya bersemangat.

Calon mahasiswi Teknik Lingkungan ini berharap semua mahasiswa baru nantinya bisa mengikuti kegiatan yang positif agar terhindar dari hal-hal buruk jangan sampai terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. (mer/humas)




IMG_4820

Mahasiswa Baru ITN Malang Semangat Mengikuti PKKMB 2017

Sebanyak 1.074 mahasiswa baru Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2017/2018 di halaman Rektorat ITN Malang, Selasa (12/9). Sedangkan sisanya 49 mahasiswa alih jenjang tidak perlu ikut PKKMB.
Rektor ITN Malang Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., menyambut dan memimpin upacara pembukaan mengatakan bahwa, kegiatan PKKMB diisi dalam bentuk ceramah, diskusi, kerjasama tim. Hal ini sesuai dengan tema PKKMB Persatuan dan Kebersamaan, Unity in Diversity. Ini juga menegaskan bahwa dengan persatuan dan kebersamaan maka dalam PKKMB tidak ada unsur perpeloncoan.
Harapan Rektor banyaknya alumni ITN Malang yang sukses dan prestasi-prestasi mahasiswa baik tingkat nasional dan internasional bisa menjadi inspirasi mahasiswa baru untuk berprestasi. ”Mari kita jadikan ITN Malang menjadi kampus kebanggaan selalu unggul diajang kompetisi baik nasional maupun internasional,” tuturnya.

IMG_4755-732x488

Layak kalau sivitas akademika ITN Malang berbangga. Tahun 2017 ini ITN Malang masuk dalam peringkat 100 besar dari kurang lebih 4.600 PTS dan PTN se-Indonesia. Bahkan dari kelompok institut ITN Malang masuk urutan ke empat setelah ITB, IPB, dan ITS.
“Untuk PTS se-Indonesia kategori institut ITN Malang nomor satu. Maka mari kita bersama-sama seluruh sivitas akademika ITN Malang untuk mempertahankan, dan membangun ITN Malang,” katanya.
“Selama 10 tahun dari Kopertis Wilayah VII Jawa Timur mulai tahun 2008 ITN Malang memperoleh penghargaan anugerah kampus unggulan (AKU). 5 tahun berturut-turut mendapat tropi Kampus Unggul, sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berprestasi dalam bidang tata kelola, riset dan kemahasiswaan,” lanjutnya.
Hal inilah yang membawa ITN Malang menjadi peringkat ketiga kategori PTS, dan peringkat ke 10 PTN dan PTS se-Jawa Timur. Sedangkan se-Indonesia menduduki peringkat ke 18 kategori PTS.
Komitmen ITN Malang dalam memberantas dan menanggulangi anti narkoba juga patut dibanggakan. Dengan menggandeng BNN melalui UKM Pesan seluruh mahasiswa baru harus menjalani tes urin. Berbeda dengan PKKMB tahun sebelumnya yang hanya mengambil sample dan belum diterapkan pada semua mahasiswa baru.

Pelaksanaan tes urin sebagian besar sudah dilakukan satu hari sebelumnya waktu pra PKKMB, sedangkan sisanya akan dilakukan bertahap hingga Rabu esok. Program lain yang berbeda dalam PKKMB 2017 adalah pemetaan bahasa inggris, pendidikan karakter dan bela negara.
Pembukaan PKKMB ditutup dengan aktraksi dari panitia. Selepas pemotongan pita balon oleh Rektor mahasiswa baru dikejutkan atraksi flying fox dengan membawa bendera merah putih dan bendera ITN Malang serta spandunk bertulis “Selamat Datang Peserta PKKMB 2017/2018”. Flying fox yang dilakukan oleh srikandi Menwa dan Himakpa ini meluncur dari gedung kimia lantai tiga menuju ke sisi seberang peserta upacara. Akraksi ditutup dengan dentuman kembang api.
Ditemui seusai upacara pembukaan, Ir. Totok Soegiarto, MSME, menjelaskan, untuk mencegah radikalisme dan terorisme dan disintegrasi dalam masyarakat maka bela negara perlu dilakukan. “Tidak hanya intelektual saja yang menonjol, tapi moral dan mentalnya harus bagus,” jelasnya.
Sedangkan Kepala Humas, Elizabeth Catur Yulia, SH., menambahkan dengan materi ESQ, motivasi dan pembangunan karakter akan membuat mahasiswa akan terbekali baik secara akademis, spiritual dan emosi.
Sesuai dengan jadwal, selama 2 hari (12 – 13 September 2017) PKKMB akan dilaksanakan di Kampus I ITN Malang. Materi difokuskan pada internal kampus seperti Pendidikan Tinggi dan Kegiatan Akademik, (oleh WR I), Layanan mahasiswa (BAAK, BAUK, Pustik dan SIM), Perpustakaan dan Lab. Bahasa, Organisasi dan Kegiatan Kemahasiswaan (oleh WR III) Pengenalan nilai budaya, tata krama dan etika keilmuan dan penanggulangan plagiarisme, oleh (Prof.Dr.Ir. Abaham Lomi, MSEE,).
Bela negara akan dilaksanakan di Depo Pendidikan Bela Negara Rindam V Brawijaya Malang selama 2 hari, tanggal 14 – 15 September 2017. (mer/humas)