BNN Ungkap Bahaya Narkoba di Hadapan Mahasiswa Baru ITN Malang

IMG_5153

Narkotika dan obat-obat berbahaya (Narkoba), tidak hanya berpengaruh pada fisik karena menyerang saraf, otak dan tubuh, tetapi bisa mengganggu mental penggunanya. Dampak penyalahgunaan narkoba ini harus diwaspadai. Permasalahan narkoba bukan menjadi tanggung jawab/tugas BNN saja namun segala lini masyarakat tak terkecuali perguruan tinggi. Hal ini diungkapkan oleh Kepala BNN Kota Malang AKBP Ir. Bambang Sugiharto Msi., di hadapan seribu lebih mahasiswa baru ITN Malang, Rabu (13/9).

Tugas BNN tertuang dalam empat pilar yaitu, mencegah, memberantas, merehap dan memberdayakan masyarakat. Salah satu upaya pencegahan adalah memberikan wawasan dan pengetahuan akan bahaya penyalahgunaan narkoba pada generasi muda khususnya mahasiswa.

“Diperkirakan setiap hari rata-rata ada 33 orang meninggal karena narkoba. Sampai tahun 2015 ada 165 jenis narkoba berhasil terungkap, tahun 2017 naik menjadi 220 jenis narkoba, dan yang akan siap masuk ke Indonesia sekitar 500 narkoba jenis baru,” paparnya

Kepala BNN Kota Malang yang sekaligus alumni ITN Malang ini juga memberikan apresiasi kepada ITN karena pada tahun ini menyelenggarakan tes urine bagi seluruh mahasiswa baru. Tes urine di perguruan tinggi diperlukan sebagai pengawasan melekat (waskat) kepada mahasiswa secara mandiri. “Tes urine ini gunanya agar adik-adik mahasiswa terkontrol tidak memakai narkoba. Misal ada yang sudah terlanjur memakai laporkan ke BNN agar dapat pelayanan secara humanis dan gratis sebelum terkena OTT (Operasi Tangkap Tangan, red),” tuturnya.

Untuk mendorong peran serta kampus di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), hari itu juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding/MoU) antara ITN Malang dan BNN Kota Malang.

Ruang lingkup kerjasama meliputi antara lain : bekerjasama dalam rangka mengatasi penyalahgunaan narkotika, pembentukan satgas anti narkoba di lingkungan kampus, diseminasi informasi dan advokasi mengenai P4GN melalui media, dan pelaksanaan pemeriksaan tes uji narkoba di lingkungan kampus.

Ditemui seusai MoU Kepala BNN berpesan agar mahasiswa harus tetap waspada terhadap peredaran narkoba jenis baru. Mahasiswa juga faham terhadap modus peredaran jenis-jenis narkoba dan secara dini mengetahui cara menghindarinya.

Di tempat yang sama Rektor ITN Malang Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., menjelaskan, ITN menggandeng BNN karena mahasiswa berasal hampir dari semua daerah di Indonesia dengan latar belakang yang bermacam-macam. Dengan penyuluhan dari BNN Rektor berharap mahasiswa akan semakin faham dan terhindar dari narkoba. (mer/humas)

image_pdfDownload PDF Versionimage_printPrint Page