Geodesi ITN Malang Gelar Workshop 3D Geographic Information System Bagi Guru dan Dinas

2-732x488

GIS (Geographic Information System) juga mengalami kemajuan ke arah yang lebih baik. Salah satunya yang mempunyai powerfull adalah SuperMap sebagai aplikasi GIS dan perencanaan 3D yang berpusat di Cina. Maka tidak ragu lagi kalau Prodi Geodesi ITN Malang menggandeng SuperMap dalam meng-upgrade teknologi GIS dalam menganalisis data yang memiliki informasi spasial.

“Sangat penting bagi kita untuk bisa mengikuti perkembangan teknologi, khususnya terkait maping. Kalau dulu maping prosesnya memakan waktu yang lama, sekarang orang bisa dengan cepat melakukan proses pemetaan dengan biaya yang relatif murah,” terang Dr.Ir. Nusa Sebayang, MT., Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), saat membuka Workshop 3D GIS di Ruang Serbaguna Kampus I ITN Malang, Senin (25/9).

Workshop diikuti 30 peserta yang terdiri dari guru yang tergabung dalam majelis guru mata pelajaran geografi se-Malang Raya serta Dinas PU dan Bapeda se-Malang Raya ini menghadirkan keynote speaker Jayson Yuan (Senior Technical Engineer, SuperMap International).

GIS (Geographic Information System) atau Sistem Informasi Geografis (SIG) sendiri adalah sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, menganalisa dan menampilkan informasi data bereferensi geografis atau geospatial. Dengan GIS akan memudahkan pengambilan keputusan dalam suatu perencanaan.

Hery Purwanto, ST.,MSc., Kaprodi Geodesi menjelaskan, dalam sistem informasi pertanahan fungsi GIS sebagai tools/alat yang akan merekam semua data. Diantaranya, kepemilikan, luas, dan hak guna, ini sebagai data atribut yang melengkapi data spasial. “Kalau data sudah terstruktur semuanya, semisal ada yang akan jual beli tanah namun terdapat keraguan asli tidaknya sertifikat bisa datang ke BPN. Nanti bisa di searching dengan cepat apakah data sudah sesuai dengan sertifikat atau tidak,” jabarnya.

Sebagai langkah kongkrit Geodesi ITN Malang dengan SuperMap hari itu juga menandatangani Memorandum ofUnderstading (MoU). Dengan ditandatanganinya MoU, Geodesi akan mendapatkan hibah software, kolaborasi pengembangan riset, develop tools di dalam SuperMap serta pengembangan web GIS. “Sekarang hampir semua produk GIS mengarah ke online, dan Geodesi juga akan mencoba kesana,” paparnya.

“Kelebihan SuperMap pada analisa 3D, contohnya dalam kepemilikan strata/kepemilikan ruang, seperti zona tinggi gedung. Semisal kita punya apartemen maka di ruang dan lantai berapa milik kita, dengan 3D bisa ditampilkan informasi sedetail mungkin,“ tambahnya. (mer/humas)

image_pdfDownload PDF Versionimage_printPrint Page