Profesor Wako University Beber Manajemen Bencana Ala Jepang

Profesor-Wako-University-Beber-Manajemen-Bencana-Ala-Jepang-732x549

Jepang merupakan salah satu negara rawan bencana alam seperti gempa bumi dan angin topan. Hal ini membuat Jepang selalu siap mengantisipasi bencana dibanding negara lain. Kemajuan teknologi Jepang memungkinkan informasi seputar bencana lebih cepat tersampaikan ke masyarakat. Seperti halnya gempa dan tsunami tahun 2011 yang lalu. Manajemen bencana inilah yang disampaikan Prof. Dr. Bambang Rudyanto M.Sc, dari Wako University Jepang di ITN Malang, Kamis 12/10.

Dalam kuliah tamu bertema “Teknologi Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh untuk Penanggulangan Bencana” Prof Bambang memaparkan, dengan kemajuan teknologi sekarang ini kita bisa memprediksi adanya tsunami. Di Jepang hanya butuh waktu 2 menit untuk menginformasikan potensi bencana kepada masyarakat. “BMKG Jepang membutuhkan 1 menit untuk menganalisa data, dan 1 menit kemudian menyiarkan ke masyarakat melalui media,” katanya.

Masyarakat Jepang sendiri kebanyakan tidak melihat televisi, oleh karenanya kemajuan teklologi smartphone memungkinkan informasi tersebar lebih cepat. Menurutnya tidak hanya info tsunami saja yang tersampaikan, namun juga tinggi gelombang dan akan menuju ke arah mana saja. Kecepatan informasi inilah yang membuat Jepang mampu meminimalisir kemungkinan terjadinya jumlah korban jiwa, kerugian ekonomi, dll. “Teknologi digunakan untuk membantu para pakar dalam memprediksi, terlepas bencana tersebut terjadi atau tidak. Ini upaya untuk mengurangi jumlah korban jiwa,” jelasnya.

Menurut alumni SMA PPSP Malang ini, sebenarnya Indonesia tidak kalah maju dari negara lain. Namun sayangnya masih lemah dalam hal koordinasi antar lembaga baik pemerintah dan swasta. “Perlu adanya koordinasi dan sinergi antar instansi, seperti BMKG, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), provider seluler gsm dan televisi,” pungkasnya. (mer/humas)

image_pdfDownload PDF Versionimage_printPrint Page