Pengalaman langsung di lapangan? Siapa takut!
Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Geodesi ITN Malang, yakni Refi Marinda (2225026), Aditya Chesta Adabi (2225028), dan Ariq Naufal (2225004), baru saja menyelesaikan Kerja Praktik mereka di bidang survei hidrografi. Kegiatan ini berlangsung mulai 18 November hingga 5 Desember 2024 di dua lokasi yaitu:

  1. Desa Paupanda, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, NTT
  2. Desa Maubasa, Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende, NTT

Bukan cuma sekadar survei, kegiatan ini punya tujuan yang jelas, yaitu mendukung perencanaan pembangunan pengaman pantai di wilayah tersebut. Selain itu, kerja praktik ini jadi ajang bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke lapangan, belajar memecahkan masalah, dan pastinya, menerapkan ilmu yang selama ini didapat di kelas.

Tahapan Survei: Mulai dari Pemasangan BM Sampai Survei di lautan

1. Tahap Orientasi Lapangan
Langkah pertama yang dilakukan adalah observasi lokasi untuk melihat kondisi titik Bench Mark (BM). Nah, kebetulan di lokasi tersebut titik BM belum ada, jadi mahasiswa langsung turun tangan memasang BM sekaligus memasang rambu ukur dan automatic tide gauge untuk mengamati pasang surut (pasut). Nggak cuma itu, mereka juga sempat melakukan wawancara singkat dengan warga lokal tentang kondisi pasang surut pantai—biar datanya makin lengkap!

2. Survei Topografi
Di tahap ini, mahasiswa melakukan:

  • Pengukuran Titik Kontrol Horizontal dengan metode statik GPS menggunakan Trimble R8S. Tujuannya? Untuk menentukan koordinat XYZ dan mengikat titik BM ke stasiun CORS BIG Ende (CNDE).
  • Pengukuran Titik Kontrol Vertikal dilakukan dengan metode waterpass memanjang menggunakan Wild NAK 2. Ini penting untuk mengukur perbedaan ketinggian BM ke chart datum.
  • Pemetaan Topografi yang mencakup situasi pantai—mulai dari objek alam sampai buatan manusia. Untuk perairan dangkal yang nggak bisa dijangkau kapal? Tenang, metode slunding pole jadi andalan!

3. Survei Hidrografi: Aksi di Lautan!
Bagian ini adalah inti dari kegiatan. Mahasiswa melakukan survei bathimetri menggunakan alat canggih seperti Echosounder Single Beam dan DGPS.

  • Jalur survei dibuat dengan interval 25 meter dan panjang masing-masing jalur sekitar 500 meter. Total ada 40 jalur yang dilalui.
  • Tapi jangan salah, tantangannya lumayan seru! Ombak yang bergoyang bikin kapal ikut bergoyang. Nah, di sini penting banget melakukan kalibrasi rutin biar data tetap akurat.

Selain itu, ada juga:

  • Pengukuran Pasang Surut di dua lokasi dengan interval 30 menit selama 15 hari penuh. Bayangin, pengukuran dilakukan 24 jam non-stop!
  • Pengukuran Arus Laut yang berlangsung selama 24 jam penuh dengan interval setiap 1 jam.

Kendala di Lapangan? Ya Pasti Ada!

Namanya juga survei di lapangan, tantangan itu pasti datang. Ombak jadi salah satu ‘musuh’ utama yang bikin kapal bergoyang dan mempengaruhi akurasi alat. Tapi, berkat kerja sama tim dan kalibrasi yang rutin dilakukan, mahasiswa berhasil mengatasi hambatan ini dengan baik. Selain itu mahasiswa juga telah dibekali teori – teori yang mumpuni selama berkuliah di Teknik Geodesi ITN Malang, jadi udah pada ngerti nih bagaimana cara melakukan kalibrasi dan adjustment untuk memastikan data yang dihasilkan berkualitas tinggi. Salut!

Manfaat Besar buat Mahasiswa

Nggak cuma tentang menyelesaikan kerja praktik, kegiatan ini jadi pengalaman berharga buat ketiga mahasiswa. Mereka nggak hanya belajar mengoperasikan alat seperti Echosounder dan GPS Trimble R8S, tapi juga memahami bagaimana cara bekerja di lapangan secara profesional. Plus, kemampuan seperti leadership, problem solving, dan komunikasi dengan berbagai pihak pun ikut terasah.

Mereka juga bisa langsung menerapkan materi dari mata kuliah Survei Rekayasa Laut dan Hidrografi Terapan yang sedang dijalani. Jadi, teori di kelas nggak cuma jadi hafalan, tapi langsung diuji di lapangan!

Kontribusi Nyata untuk Pembangunan Data yang dikumpulkan selama survei ini akan jadi fondasi penting dalam perencanaan pembangunan pengaman pantai di Desa Paupanda dan Desa Maubasa. Ini bukti nyata bagaimana mahasiswa Teknik Geodesi ITN Malang berperan aktif dalam pembangunan daerah.

Dokumentasi Seru dari Lapangan

Kerja praktik ini bukan sekadar kewajiban kuliah, tapi langkah besar untuk membangun kompetensi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Semoga ke depannya, kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan dan makin banyak mahasiswa Teknik Geodesi ITN Malang yang berani terjun langsung ke lapangan!

Stay tuned untuk kegiatan seru lainnya dari mahasiswa Teknik Geodesi ITN Malang!